Dahulu image pasuruan sebagai kota santri memang melekat erat pada kabupaten yang terkenal dengan Nuansa keislaman yang kental. Tapi dengan serangkaian kejadian yang melanggar norma yang terjadi belakangan ini satu pertanyaan muncul di benak saya, ” Masih layakkah pasuruan disebut sebagai KOTA SANTRI ?”. pertanyaan itu terus bergelayut dalam pikiran saya. Pada saat Alm. KH. Hamid masih hidup, mungkin kata-kata itu masih bisa dipertahankan. Tapi sekarang…. Wallahu a’lam bi shawaf..